Kami menjembatani manusia, hutan, dan teknologi yang inklusif — merawat lahan dan menumbuhkan generasi baru penggerak perubahan di seluruh Indonesia.

Kami menghadirkan big data, penginderaan jauh, dan pemetaan partisipatif ke tangan masyarakat — menjadikan hutan terlihat, tertelusuri, dan terjaga bersama.

Kami menumbuhkan penggerak perubahan yang berpikiran terbuka dan memperkuat suara masyarakat — terutama perempuan, generasi muda, dan masyarakat adat — untuk memimpin keputusan atas hutan mereka.







Sabuk hijau adalah sesuatu yang dapat kita lihat, petakan, dan jaga bersama. Kami bekerja di garis depan tempat hutan dan manusia bertemu — menjembatani aspek sosial dan biofisik dengan perangkat digital yang inklusif dan pengetahuan lokal yang membumi — untuk merawat lahan dan menumbuhkan generasi baru penggerak perubahan yang berpikiran terbuka.
Mitra dan donor: dukung inisiatif hutan, lahan, dan penghidupan yang dipimpin masyarakat.
Mahasiswa dan penggerak muda: bangun keterampilan nyata dengan bekerja bersama masyarakat.
Perhutanan sosial dan solusi berbasis alam dengan pendekatan DAS — hutan tangguh tempat manusia dan alam tumbuh bersama.
Big data, penginderaan jauh, dan sistem geospasial — data terbuka dan transparan di tangan masyarakat.
Menumbuhkan penggerak perubahan yang berpikiran terbuka — belajar dan menjawab tantangan nyata bersama masyarakat.
Kemitraan, inklusi, transparansi, dan pengaman yang kuat dalam setiap program.

Hutan Indonesia dan masyarakat yang bergantung padanya menghadapi tekanan yang kian besar — sementara alat untuk menjawabnya jarang sampai ke lapangan.

Lanskap yang rusak memicu banjir, kekeringan, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Hutan adalah solusi iklim alami terbaik kita — namun terus menghilang.

Masyarakat lokal dan adat menjaga hutan, tetapi menghadapi tekanan yang makin besar.

Teknologi melaju cepat dan kian kompleks — tetapi kekuatannya terpusat pada segelintir pihak. Tantangannya adalah mendemokratisasikannya agar tak ada yang tertinggal.
Hektare Direstorasi
Masyarakat Didampingi
Mitra
Penggerak di Garis Depan


The Paccekke Education Forest (KHDTK UNISMUH) is a 229-hectare outdoor classroom — yet it sits in a…

Around Desa Paccekke, three forests form a single living landscape — the Village Forest (Hutan Desa Pacceke),…

High in the canopy of the Paccekke Education Forest, a Knobbed Hornbill (Julang Sulawesi, Rhyticeros cassidix) glides…

